Pengungkapan Kasus Pembunuhan Siswi SMP

Pembunuhan Siswi SMP

Pengungkapan Kasus Pembunuhan Siswi SMP – Warga Tasikmalaya di buat heboh ketika adanya penemuan mayat mengenaskan di gorong-gorong sekolahnya. Dari hasil penyelidikan menyebutkan bahwa mayat tersebut merupakan seorang siswi SMPN Tasikmalaya yang bernama Delis Sulistina yang berusia 13 tahun.

Pengungkapan Kasus Pembunuhan Siswi SMP

Setelah di temukan mayat tersebut segera di bawa ke rumah sakit untuk di lakukan otopsi dan polisi sedang mengumpulkan bukti dan para saksi untuk mendalami kasus ini.

Hasil otopsi baru bisa di umumkan sekitar 2 minggu hingga lebih untuk bisa di ketahui penyebab meninggalnya siswi SMP tersebut.

Sebelum nya polisi memang sudah mendapatkan sejumlah barang bukti dan keterangan para saksi. Namun dengan adanya hasil otopsi ini nantinya bisa lebih memperkuat bukti yang ada.

Sejumlah pakar berpendapat bahwa siswi SMP tersebut mati karena ada tindak kekerasan yang berujung pada pembunuhan bandar poker online terpercaya.

Hal tersebut karena banyaknya kenjanggalan yang terjadi di antaranya tak ada saksi mata yang melihat langsung bagaimana anak tersebut mati apalagi tepat di gorong-gorong sekolahnya sendiri.

Dari pihak keluarga menyatakan bahwa sebelumnya siswi ini dinyatakan hilang karena tak kunjung pulang kerumah. Hal tersebut membuat keluarga curiga dan kuatir. Menurut keluarga juga bahwa siswi SMP ini sudah tak pulang kerumah semenjak tanggal 23 januari lalu.

Buntut dari pencarian anak ini berujung menyedihkan karena siswi ini di temukan dalam kondisi yang sudah tak bernyawa lengkap dengan seragam pramuka dan tas sekolah.

Saat ini kecurigaan polisi mengacu ke ayah kandung korban yang mana menunjukan gerak gerik yang mencurigakan.

Pasalnya saat kematian korban, hanya sekali saja sang ayah melihatnya di kamar jenazah dan hanya duduk terdiam saja. Di ketahui ibu dan ayah korban memang sudah tak bersama lagi.Dan ketika wartawan hendak meminta keterangan dari sang ayah di tempat kerjanya, ayahnya sudah tak lagi bekerja di tempat tersebut.

Namun hingga kini polisi tak ingin berspekulasi karena bukti yang terkumpul belum sepenuhnya kuat untuk menentukan apakah kasus ini sebagai pembunuhan berencana atau memang korban memiliki riwayat penyakit yang mematikan.

Please follow and like us:
error
This entry was posted in Uncategorised and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *